Pengalaman Paskah

April 21, 2009 by  
Filed under Buletin

Oleh Bernard Niali Telaumbanua

1. Pengantar

Menarik menyimak acara SCTV pada malam paskah 2009 ini. Entah mengapa, setelah selesai upacara perayaan malam paskah, saya membuka chanel SCTV dan di sana sedang ditayangkan sebuah film The Passion Of Christ. Sejenak saya duduk mengikuti alur cerita film itu. Cerita-cerita tentang penyaliban Yesus sudah banyak. Tetapi film The Passion of Christ, karangan Mel Gibson ini amat khas. Ia menampilkan adegan-adegan secara keras dan fulgar. Penjatuhan hukuman mati, pencambukkan,  pemakuan pada salib terhadap Yesus dilakukan secara sadis. Karena moment penayangan film itu tepat pada saat umat kristiani sedang merayakan Paskah, maka kita saya merasa tersentak.

Timbullah pertanyaan spontan: mengapa Yesus menderita, disalibkan dan wafat? Saya berandai-andai sambil mengingat cerita-cerita kitab suci tentang diri Yesus. Kalau kita ikuti bacaan-bacaan misa hari minggu dalam masa prapaskah, maka kita akan mendapat beberapa perikop yang menceritakan kisah pertentangan antara Yesus dengan orang-orang Yahudi. Yesus menyembuhkan orang pada hari sabat. Perbuatan seperti itu adalah pelanggaran hukum Taurat. Yesus menyembukan orang yang sakit pincang dan mengatakan aku mengampuni dosamu. Lalu orang Yahudi menganggap Yesus menghojat Allah, sebab yang dapat menghapus dosa adalah Allah saja. Yesus dijebak dalam urusan politik dengan bertanya apakah wajib membayar pajak atau tidak. Yesus menjawab: berilah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah yang menjadi hak Allah. Dalam suatu kasus hukum tentang perempuan yang tertangkap basah karena zinah. Maria Magdalena dihadapkan kepada Yesus. Mereka bertanya: apakah pendapatmu tentang wanita ini, sebab menurut hukum Musa, setiap orang yang kedapatan berzinah haruslah dilempari dengan batu sampai mati. Yesus menjawab: siapa yang tidak melakukan dosa di antara kamu, silahkan melemparkan batu pertama untuk menghukum wanita itu. Tetapi tak seorangpun mau melempari Yesus. Lalu Yesus berkata kepada wanita itu, akupun tidak menghukum engkau. Tetapi mulai sekarang jangan berbuat dosa lagi. Kisah yang paling tragis ialah ketika Yesus pergi ke Yerusalem dan melihat banyak orang menyalahgunakan bait Allah. Yesus marah dan mengusir mereka yang menajiskan bait Allah. Ia katakan: robohkanlah bait Allah ini dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali. Kalau ditanya mengapa Yesus disalibkan? Jawabannya ialah karena Kasih. Yesus melakukan cara hidup baru itu karena kasih. Yesus mengajarkan mereka kasih Ilahi dari sang Bapa. Perjuangan kasih itu dilaksanakan sampai menyerahkan nyawanya sendiri di salib.

2. Arti Paskah

Rasul Paulus menyampaikan yang paling penting, yaitu warta paskah, kepada Jemaat di Korintus, sebagai berikut: bahwa Kristus mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, dan bahwa Ia telah dikuburkan dan bahwa Ia telah dibangkitkan pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci (lih.1Kor 15:3-8). Setelah selesai penyerahan diri hingga kematian itu, Yesus dibangkitkan oleh Allah. Pertanyaan kedua yang muncul ialah mengapa Yesus dibangkitkan?

Dikatakan bahwa Yesus dibangkitkan dari antara orang mati. Bukan Yesus bangkit dari mati. Artinya dalam peristiwa kebangkitan, Allahlah yang bertindak terhadap diri Yesus. Allah membangkitkan Yesus dari antara orang mati berarti Allah membenarkan Yesus, yang disalibkan karena kasih itu dan sekarang Allah membenarkanNya dengan membangkitkanNya dari antara orang mati. Di sini kita mendapat cara memahami yang baru yaitu bahwa kematian Yesus bukanlah kematian konyol, tetapi kematian demi kasih. Perjuangan Yesus selama di dunia ini dibenarkan oleh Allah dan oleh karena itu Allah membangkitkanNya.

3. Pengalaman Paska Para Murid

Kalau kita mengamati perikop-perikop Injil tentang kebangkitan Yesus, maka kita tidak mendapatkan satu tekspun yang menceriterakan bagaimana Yesus dibangkitkan. Yang diceriterakan hanyalah pertemuan beberapa orang murid dengan Yesus pada pagi sesudah penyalibanNya. Tak seorangpun di antara para murid yang menyaksikan bagaimana Yesus dibangkitkan. Yang mereka ketahui ialah bahwa beberapa kali para murid itu menampakkan diri kepada para murid itu. Penampakkan itu berawal dari warta yang diterima oleh seorang wanita, murid Yesus, yaitu Maria Magdalena, yang pada dini hari setelah hari penyaliban, buru-buru pergi ke makam Yesus untuk melumuri tubuh Yesus dengan rempah-rempah. Pada saat itulah wanita itu mendapat berita dari seorang malaikan bahwa Yesus sudah bangkit. Sekaligus malaikat itu menyuruh Maria Magdalena memberitahukan kabar kebangkitan itu kepada para murid lain, supaya mereka pergi ke Galilea dan di sana mereka akan bertemu dengan Dia.

Pertanyaan ketiga kita ialah mengapa justru Maria Magdalena? Yang paling cepat berinisiatif mengunjungi makam Yesus dan yang pertama mendapat berita kebangkitan adalah Maria Magdalena, yaitu wanita yang dengannya Yesus pernah mengusir roh jahat dan dibebaskan dari hukuman rajam oleh orang-orang farisi. Ketika itu, Yesus mengatakan: akupun tidak menghumummu. Tetapi mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi. Dari keadaan mati karena hukum rajam, kini Maria Magdalena dibebaskan dan diberi hidup yang baru. Peristiwa itu terukir dalam-dalam pada Maria Magdalena. Peristiwa itu juga yang mendorong Maria Magdalena mengikuti Yesus secara lebih erat. Karena cintanya kepada Yesus, maka Maria Magdalena, dalam keadaannya sebagai seorang wanita, pada pagi-pagi hari itu mengunjungi makam Yesus untuk melumuri tubuhnya dengan rempah-rempah. Apa yang terjadi? Maria Magdalena bertemu dengan Yesus yang bangkit. Rupanya kepekaan hati manusia, seperti Maria Magdalena menentukan dalam menerima iman akan Yesus sang Penyelamat. Hal yang sama dengan itu ialah bahwa pengalaman diampuni, membuat Maria mencari Tuhan di pagi hari yang buta. Maria dengan hati yang peka dan pengalaman cinta ingin bertemu Tuhan. Hasilnya ialah bahwa ia menjadi rasul, pewarta berita sukacita paskah: Kristus telah bangkit. Maka rasul yang pertama adalah seorang wanita, Maria Magdalena.

4. Mereka Mengenal Dia Dalam Penjelasan Kitab Suci dan Pemecahan Roti

Sejak Yesus ditangkap di taman zaitun, para murid Yesus tercerai-berai. Benar apa yang pernah dikatakan Yesus kepada Petrus, murid pemberani itu: sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal aku tiga kali. Para murid lain tercerai berai dan putus asa. Dua orang murid pulang ke kampung Emaus kecewa dan putus asa. Para murid takut terhadap orang Yahudi, jangan-jangan merekapun akan ditangkap karena menjadi pengikut Yesus. Dalam suasana takut demikian, muncul lagi berita yang menghebohkan: bahwa Yesus yang disalibkan itu telah bangkit.

Para murid itu mengenal Yesus dalam pertemuanNya dengan mereka. Petrus dan murid yang dikasihi, yang berlari-lari melihat kubur Yesus pada pagi hari ini, digembirakan oleh malaikat. Kedua murid yang dalam perjalanan ke Emaus itu akhirnya menyadari bahwa Ia adalah Yesus, ketika Yesus menjelaskan kepada mereka arti Kitab Suci yang tertulis tentang Dia. Lalu kedua murid itu mengajak Yesus tinggal bersama-sama mereka. Ketika itu, Ia memberkati dan membagi-bagikan roti. Maka terbukalah mata mereka dan sadar bahwa Ia adalah Yesus.

Karena pertemuan dengan Yesus yang bangkit, maka teringatlah para murid itu atas apa yang telah dikatakan Yesus kepada mereka dalam pengajaranNya: “Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup.” Dengan mengalami pertemuan dengan Yesus yang dibangkitkan, para murid menjadi percaya atas apa yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia masih bersama-sama mereka sebelum dia disalibkan. Sekarang mereka dengan berani memberi kesaksian bahwa Yesus yang tersalibkan itu adalah Kristus, Tuhan, jalan kebenaran dan kehidupan. Para murid sehati-sejiwa berdoa dan berkumpul sambil menantikan kedatangan Yesus itu sambil mengajak orang untuk bertobat dari dosa-dosa, berbuat yang baik bahkan tak segan-segan menanggung penderitaan demi Dia yang bangkit.

Mereka dengan iman yang teguh membentuk persekutuan orang beriman dan mengajak orang-orang dari segala bangsa untuk percaya kepada Dia yang telah bangkit dan memberi harapan kepada mereka yang putus asa. Dalam semua kata-katamu dan perbuatanmu, biarlah semua orang lain melihat dan merasakan cara hidup yang disemangati oleh keyakinan, pelayanan, sebagaimana kamu telah dipanggil oleh Tuhan, bahwa kamu telah memilih jalanNya sampai kamu melihat Dia seperti Ia janjikan: Ia mendahului kamu di Galilea, di sana kamu akan melihat Dia.

5. Paska Kita

Bagi kita Paska berarti perayaan iman kristiani:Yesus Kristus yang telah wafat dibangkitkan oleh Allah menjadi hakim dan pembela kita di hadapan Allah. Dengan iman, kita memiliki dasar pasti akan kehidupan yang terberkati karena dijiwai oleh kasih, keadilan dan damai, seperti telah diajarkan dan dilaksanakan oleh Yesus.

Kebangkitan Yesus juga adalah jaminan kebangkitan kita sebagai umat Allah. Bahwa kitapun akan dibenarkan Allah kalau kita percaya kepada PuteraNya Yesus Kristus sebagai penyelamat dunia dan sekarang kita punya cara menghayati kehidupan, yaitu seperti yang telah diajarkan dan diamanatkan oleh Yesus Kristus, yang kita akui sebagai: Jalan, Kebenaran dan Hidup.

Atas dasar iman paskah ini, kita teringat akan nubuatan kebangkitan, seperti telah dikatakan oleh nabi Hosea dalam perjanjian lama (lih.Hos 6:1-6). Kitab Hosea mau mengemukakan penampakkan Tuhan yang istimewa sebagai Penyelamat, yang mengampuni dan memberi hidup kepada umat yang hidup di hadapanNya. Beginilah firman Tuhan Allah: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umatKu,…….Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. (Yeh 37: 12-14). Allah membenarkan pengorbanan hidup Yesus sebagai jalan penebusan manusia.

Mandat paskah adalah bahwa manusia mesti hidup dalam kasih, damai dan keadilan yang disertai dari sikap tobat. Maria Magdalena telah mengalami pengampunan dari Yesus. Karena itu pula ia bertobat dan menjadi manusia baru. Kata Yesus kepada Maria Magdalena: Akupun tidak menghumummu. Tetapi mulai sekarang jangan berbuat dosa lagi. Marilah kita hidup sesuai kehendak Allah sebab Ia yang telah memanggil kita dan akan membangkitkan kita, sehingga kita hidup di hadapanNya.

Maka sebagai pengikut Yesus, berjuang dan setialah membangun hidup dalam kasih dan pelayanan, seperti diajarkan Yesus. Kita percaya bahwa pengorbanan dan kematian karena kasih bukanlah kekonyolan dan bahkan kebangkitan bukanlah akhir segalanya, melainkan awal kehidupan baru. Dia yang telah dibangkitkan Allah hidup dalam Roh, mencurahkan RohNya kepada para muridNya untuk berani hidup dalam kasih, damai dan keadilan. Selamat Paskah, Alleluia.

Gunungsitoli, 21 April 2009
Salam