Will You Still Love Me Tomorrow ..?

July 14, 2009 by  
Filed under Buletin, Mahasiswa

Oleh : Ermina Waruwu – Mhs Tingkat IV

Akankah kau tetap mencintaiku besok? Pernyataan ini merupakan ungkapan hati yang tidak pernah berhenti setiap hari, dalam usaha mewujudkan masa depan yang terbentang di depan. Masa depan sungguh tak bisa diketahui persis seperti apa wujudnya. Semuanya nampak lelap dalam impianku, impianmu dan impian kita semua.

Kita pasti mengetahui dan memahami bahwa waktu terus berjalan. Dan setiap kali waktu itu kita renungkan, setiap kali pula kita merenungkan makna kehidupan ini. Karena waktu tidak akan pernah kembali. Kehidupan jasmani dan rohanipun ikut berjalan bersama dengan waktu. Menghidupi waktu itu, kita sambil mengharapkan masa depan yang kian menyenangkan kita mengalami hidup bersama Kristus dalam diri sesama. Dalam tugas dan karya kita. Ada harapan, namun ada pula keputusasaan dan kesunyian jika “badai” mulai menghadang. Kita kerapkali merasa terbebani oleh masa depan yang tidak dapat diramalkan, maka kita seperti hidup bersama bayang-bayang kegembiraan dan kecemasan-kecemasan, bersama rasa suka dan duka masing-masing. Hidup jasmani dan rohani dalam waktu yang terus berputar seperti sahabat yang selalu berjalan bersama. Aku, engkau dan kita memilih yang mana? Aku, engkau dan kita boleh bermimpi dan mengharapkan sesuatu yang baik.

Waktu dapat dihitung dengan menggunakan kelender atau jam. Tapi, kehidupan jasmani dibatasi oleh waktu (waktu Kronos). Banyak hal yang didambakan dalam menjalani waktu yang seperti ini : umur yang panjang, rumah mewah, tanah yang luas, kehormatan, kedudukan/jabatan, dll. Nah, untuk apa pula semua pertentangan yang ada di sekitar kita? Ada peperangan, bencana, korban ketidakadilan, egoisme, dan bumi ini semakin panas dan seakan memberontak. Bukankah semua ini akan berakhir?  Waktu yang abadilah yang tidak berakhir. Ia adalah kehidupan yang sekarang dan kehidupan yang abadi sesudah kematian (waktu Aion). Bagaimana cara kita untuk berinvestasi agar keduanya ini seiring dan bisa tercapai? Apakah kita hanya berdiam diri saja, menonton, dan tidak pernah berpikir untuk berbuat mengisi hidup ini dengan buah-buah yang baik. Peluang selalu ada di depan kita untuk mempersatukan kehidupan jasmani dan rohani kita menuju kesempurnaan. Jika peluang itu tidak digunakan dengan baik, maka hidup jasmani dan rohani itu akan berlalu begitu saja. Peluang itu tidak akan kembali lagi (waktu Kairos). Maka kita boleh bertanya terhadap diri sendiri : apa yang sudah saya sumbangkan di dunia ini, agar dunia ini semakin indah dirasakan dan indah dipandang mata? Ataukah kita hanya bersungut-sungut dalam hati ?

Dengan sadar dan melihat serta merenungkan pertanyaan di atas, akankah setiap mimpi kita menjadi kenyataan dan akankah setiap harapan kita akan terwujud dan menjadi kenyataan? Ataukah hanya berlalu begitu saja? Mari memilih berinvestasi …!

“Mimpi” dan “harapan” adalah sesuatu yang indah dalam hidup. Hidup adalah kenyataan. Dan kenyataan itu harus dihadapi seorang diri saja. Hanya seorang diri saja. Kita selalu bertanya jika kita merasa seorang diri saja : Akankah kau tetap mencintaiku besok? Karena tak seorang pun yang dapat menguasai jalannya waktu. Kita tak bisa menghindar atau mengelak dari kenyataan. Waktu yang berlalu takkan kembali lagi. Waktu yang akan datang pula tak bisa kita kenal bagaimana wujudnya. Tetapi waktu saat ini, saat dimana kita semua berada dan mengalami, adalah suatu wujud/kenyataan kita sebagai insan yang hidup. Hidup saai ini adalah perwujudan kehidupan kita nanti. Maka diperlukan perjuangan dalam mencari pegangan yaitu Yesus Kristus sebagai jaminan hidup agar kita tidak berjalan dalam kegamangan belaka.

Kita dihadang oleh problema pada saat mengalami suatu kebimbangan yang tidak terpecahkan. Namun, semakin kita mencari pemecahan problem yang menghadang itu, namun jawaban yang kita kehendaki seakan juga semakin kabur. Tapi yang pasti perubahan terus terjadi. Dalam perubahan dan kebimbangan itu, kita merindukan seseorang yang mencintai kita, berjalan bersama kita dalam mengarungi hidup. Dan cepat atau lambat, kita semua akan sadar, betapa hidup fana ini terus melaju menuju akhir. Namun, hidup yang fana itu, akan berubah menjadi kehidupan abadi yaitu hidup bersama Allah, yang merupakan “mimpi” dan “harapan” kita yang seharusnya kita capai dalam hidup ini.

Will you still love me tomorrow? Yesus menjawab : “Ya”, Dia tetap mencintaiku, mencintai engkau dan kita semua, hari ini, besok, dan selama-lamanya dalam menghadapi kenyataan hidup bersama sang waktu. Tak ada lagi kebimbangan, karena Dia adalah Sang Penebus, yang tidak pernah mengecewakan setiap kita. Kita pasti akan berjumpa dengan-Nya. Dia yang telah bangkit selalu menanti, menghibur dan menolong kita dengan cinta-Nya. Maka kita diundang menjawab cinta-Nya dengan menghidupi sabda-Nya, kapan dan diman pun kita berada.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!