Interaksi Guru dan Siswa

July 20, 2009 by  
Filed under Karya Tulis, Opini

(Sibarudin Giawa)

Sekolah Tinggi Pastoral Dian Mandala (STP-DM) Gunungsitoli Keuskupan Sibolga menyajikan sejumlah mata kuliah yang membentangkan interaksi antara Guru Agama dan siswa. Di antaranya: Ilmu Didaktik Metode Khusus, Ilmu Kateketik, Evangelisasi dan semua Matakuliah seputar Katekese. Selain itu dalam mata kuliah Kristologi dipaparkan cara mengajar yang istemewa dari Yesus Kristus Sang Juruselamat, yang patut dan harus kita teladani dalam mewartakan Sabda Allah melalui katekese atau pengajaran agama di sekolah.

Hubungan Guru Agama dan Siswa

Guru Agama dan siswa melakukan kegiatan yang berbeda dalam proses pengajaran. Seorang guru atau katekis berusaha mengajar, mendidik dan membimbing para siswa atau pendengarnya. Bidikan yang mau dicapai adalah agar mereka terbentuk menjadi manusia yang sungguh dekat dengan Sabda Allah dan akhirnya menjadi pewarta sabda Allah kepada sesama. Seorang siswa berusaha meraih untuk dirinya pengetahuan demi  pembentukan dirinya melalui pengalaman bersama guru, orang tua dan lingkungan sekitarnya. Siswa berusaha mengenal dan mengimani Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus dan Roh-Nya yang menghidupi manusia, sehingga karena kekuatan Roh Allah seorang siswa mampu meneruskan pewartaan sabda Allah kepada sesama manusia.

Singkatnya Guru Agama atau Katekis dan siswa bersama-sama membangun tali rantai sabda Allah yang hidup dan berkesinambungan tanpa putus untuk selamanya. Bangunan tali rantai sabda Allah itu akan kokoh dan menjulur ke seluruh dunia. Guru agama mempersiapkan diri sebelum mengajar dan kemudian melakukan kegiatan mengajar dan mendidik dengan tujuan membentuk pribadi siswa menjadi manusia yng memiliki iman, pengharapan dan cinta kasih. Sebab orang yang mamiliki iman, harapan dan cinta kasih dalam dirinya Allah meraja. Cahaya kemuliaan Allah bersinar dalam dirinya dan memberi terang bagi sesama. Kehadiran Allah dalam dirinya tampak malalui kata-kata, sifat, pandangan yang mendominasi perbuatan sehari-hari. Inilah yang dimiliki dan dibagikan oleh seorang pengajar pendidikan agama kepada pendengarnya. Sebab seseorang tidak mungkin memberi sesuatu yang tidak ia miliki.

Kesenjangan

Guru Agama atau Katekis diharapakan mampu mengajar dan mendidik siswa untuk sampai pada pengenalan dan cinta akan Allah. Guru Agama yang memiliki spiritualitas yang benar akan mampu mengajar dan mendidik siswanya menuju pada tujuan yang diharapkan oleh Gereja. Inilah titik akhir yang mau dicapai oleh pengajar dalam pendidikan agama atau katekese. Untuk itu dalam proses pengajaran agama ada 3 aspek yang perlu diperhatikan yakni: konyitif, afektif dan operatif. Proses pengajaran pendidikan agama akan mengalami kesenjangan apabila seorang guru agama tidak menghidupi sabda Allah yang diwartakan melalui pendidikan agama atau ketekese; apabila tidak memiliki profil seorang pewarta sabda Allah yang terbukti dalam kehidupan moral dan spiritualitas katekis; apabila tidak mengetahui dan memiliki tujuan yang hendak dicapai pada setiap pewartaan; apabila sulit menyesuaikan bahan dan metode katekese atau pengajaran agama kepada para pendengarnya menurut sikonnya; apabila kurang menampakan rasa persahabatan dan apabila melupakan komponen kognitif, afektif dan operatif siswa.

Harapan dan Refleksi Seorang Guru Agama

Seorang Guru Agama atau Katekis mengemban tugas mulia dan suci. Tugas mulia itu membawa dan menuntut orang supaya hidupnya terpuji di hadapan Allah dan manusia. Seorang Katekis atau Guru Agama seharusnya menyadari bahwa tugas itu adalah suatu panggilan yang diterima dari Tuhan dan mengetahui apa yang mau dicapai dalam tugas itu.

Jadi seorang Guru Agama atau Katekis bukan hanya menyampaikan materi pengajaran (asal selesai materi) tetapi terutama membimbing atau mengarahakan para pendengarnya menuju pribadi yang mamiliki iman, pengharapan dan cinta kasih. Secara bersahabat siswa diajak untuk membuka diri menerima Yesus lewat pengajaran dan profil dari para pengajarnya.

Baiklah seorang Guru Agama atau Katekis memiliki rasa persahabatan kepada sesama terutama kepada siswa atau para pendengarnya baik pada proses pengajaran maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab ia sendiri mengemban tugas mewartakan cinta kasih yang dari Kristus.

Melalui paparan di atas kita sebagai pelayan sabda Allah diajak untuk melihat apa yang perlu dibenahi dan ditingkatkan untuk mencapai tujuan pewartaan. Untuk itu, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Sejauh mana saya telah menghidupi sabda Tuhan? Sejauh mana saya telah mendalami Kristus dalam mengemban tugas pewartaan sabda Allah? Apakah saya memiliki komitmen dalam mencapai tujuan pewartaan sabda Allah atau saya melaksanakannya hanya karena tugas (pokoknya selesai tugas dan tidak peduli akan situasi siswa), sehingga komitmen cenderung mengutamakan gengsi atau harga diri sebagai guru yang ingin ditakuti dan disanjung oleh siswanya?

Dalam bidang studi Kristologi Yesus memberi teladan agung kepada kita tentang bagaimana menjadi seorang guru yang baik. Seorang guru memiliki pribadi yang terpuji, patut diteladani dan bahkan menjadi figur bagi banyak orang. Yesus mengajak kita untuk mewartakan sabda Allah ke seluruh dunia agar semua orang menjadi murid-Nya dan melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan-Nya ( bdk Mat. 28:19-20). Dengan demikian kita melakukan dan mewartakan kehendak Tuhan dalam tugas dan bukan kehendak manusia.

Akhir kata semoga tugas kita sebagai pelayan sabda Allah dilandasi oleh contoh teladan Yesus Kristus Putra Allah, sehingga terang Roh Kudus menerangi hati semua orang dan damai sejahtera meraja di seluruh dunia.

Comments

One Response to “Interaksi Guru dan Siswa”
  1. Manotar G says:

    Syalom.
    Saya adalah seorang Katholik dan sudah sejak lama telah mengajar Pelajaran Agama bagi anak2 SD Negeri dan SD Non Katholik kelas 3 dan 4, namun sifatnya mereka semua datang ke rumah saya dan belajar di rumah saya. Hal ini saya lakukan sesuai arahan dari Paroki mengingat tidak adanya pelajaran Agama Katholik di kedua jenis sekolah tersebut di atas.
    Yang ingin saya tanyakan, adakah KJJ di STP Dian Mandala yang sesuai dengan kegiatan saya tersebut di atas?

    Terimakasih
    Manotar.G

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!