Mengembangkan Persekutuan Hidup Beriman Umat Kristiani yg Semakin Bersumberdaya

July 20, 2009 by  
Filed under Artikel, Karya Tulis

(Stefan Y. Zebua, S.Ag)

Ungkapan berswadaya, berswasembada, dan berswakarya diartikan agar setiap orang atau setiap kelompok mampu memenuhi kebutuhannya sendiri serta mampu berdiri di atas kaki sendiri. Juga berkemampuan untuk menciptakan usaha menuju kepada kemandirian.

Nada yang sama, sebenarnya Gereja telah suarakan sangat lama dan umat dimotivasi terus agar semakin mandiri. Gereja sebagai suatu institusi sejak Konsili Vatikan II telah melegitimasikan agar umat Allah semakin turut aktif dan semakin mengkonkritkan keterlibatannya dalam karya-karya kerasulan Gereja.

Keikutsertaan umat Allah dalam berbagai karya kerasulan Gereja adalah wujud konkrit dan tanda suatu persekutuan umat beriman yang terus mengalami perkembangan. Perkembangan ini lebih tajam dapat dipahami apabila umat beriman mampu dan dengan penuh kesadaran turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan hidup menggereja dan aktip terjun  dalam kancah perjuangan masyarakat umum.

Tetapi harapan dan idealisme Gereja ini mengalami dinamika pasang surut, bahkan kalau boleh dikatakan lebih banyak surutnya. Persekutuan umat Allah dalam kenyataannya masih berjalan di tempat, belum menjadi suatu gerakan yang betul-betul dipahami sebagai suatu kebutuhan mendesak dan merupakan cita-cita bersama.

Apabila demikian kenyataannya, maka tentu ada masalah, ada kendala, ada kesulitan yang harus dicari jalan keluarnya. Romo Mangunwijaya Pr pernah berbicara tentang “Umat Akar Rumput” (UAR). Ungkapan ini menunjuk pada Umat Allah sebagai Basis. Umat Allah sebagai basis dipahami sebagai subyek, sebagai pelaksana dan dasar nyata dari seluruh program pembinaan yang diprogramkan secara bersama dalam persekutuan umat beriman.

Untuk menuju suatu persekutuan hidup beriman yang dicita-citakan, yang hidup dan berkembang, yang akhirnya menjadi suatu persekutuan hidup penuh dinamika dan persekutuan hidup yang mewartakan, maka perlu dikaji secara terus menerus metode dan cara yang tepat. Tujuan pengkajian agar persekutuan hidup yang ada menjadi milik bersama umat, persekutuan yang menjadi tanggungjawab bersama umat, persekutuan hidup yang diperjuangkan secara bersama oleh umat. Atas cara demilian ungkapan: dari umat, oleh umat dan untuk umat bukan hanya sebagai suatu slogan belaka, tetapi menjadi suatu kenyataan.

Persekutuan hidup yang hendak diberdayakan dan dimandirikan, pertama-tama harus disadari bahwa di dalamnya ada tiga pilar sentral yang harus dipahami, yakni: kebutuhan (need), masalah (problem) dan kemampuan (potency). Ketiga pilar ini akan menjadi katrol dalam usaha pemberdayaan, agar program-program kegiatan yang akan dijalankan mampu menjawab apa yang diharapkan sesuai dengan situasi konkrit yang sedang dihadapi.

Ada tiga pilar yang perlu dimengerti, dipahami dan disadari oleh umat beriman. Untuk tulisan kami berikut ini, kami akan menyajikan pilar yang pertama, yakni : Kebutuhan (need).

KEBUTUHAN

Dalam bahasa Kamus, kebutuhan mengandung pengertian sebagai berikut: sesuatu hal yang diinginkan oleh seseorang guna dipenuhi dalam hidupnya yang akhirnya mendapatkan kepuasan batin. Pengertian ini memberi muatan, bahwa setiap manusia dalam kodratnya yang normal memiliki berbagai keinginan atau kebutuhan. Dengan adanya kebutuhan, maka setiap manusia akan berupaya dengan berbagai usaha agar kebutuhan yang dimaksud dapat terpenuhi, yang terkadang dengan bantuan orang lain. Misalnya seorang anak, yang punya kebutuhan yang harus dipenuhi, namun si anak tidak dapat memenuhinya sendiri, maka harus melalui campur tangan orang lain yakni orangtua. Atau kita manusia dewasa memiliki kebutuhan yang tidak dapat kita upayakan sendiri, maka harus melalui bantuan pihak lain. Begitulah terus menerus dalam proses pemenuhan kebutuhan.

Kembali kepada konteks bagaimana usaha berbagai pihak dalam Gereja dalam memenuhi kebutuhan umat beriman? Tentu dalam konteks sebagai umat beriman yang mandiri. Pertanyaan kita ialah: Apakah kebutuhan umat yang mendesak untuk dipenuhi saat ini, dan bagaimana cara pemenuhannya, serta peluang apa yang ada untuk itu?

Dalam refleksi, kami memberi sumbangan pemikiran tentang kebutuhan yang mendesak di tengah-tengah umat sekarang ini, agar sungguh berdaya dan bermanfaat. Kami melihat beberapa hal, yaitu :

a.     Mengenal umat

Mengenal umat artinya tahu persis siapa umat, di mana domisilinya, bagaimana keadaan ekonomi umat, keadaan lingkungan umat, letak geografis teritorialnya dan lain sebagainya. Untuk dapat masuk di tengah-tengah mereka dan dapat menjawab kebutuhan-kebutuhan apa yang dibutuhkan dalam persekutuan umat beriman, maka perlu suatu penelitian akan kebutuhan tersebut dengan tujuan agar apa yang akan diberikan/diprogramkan dalam pengembangan hidup beriman kristiani sungguh-sungguh sesuai dengan apa yang sedang dirasakan dan dibutuhkan.

Pelayanan-pelayanan yang diberikan sebagai suatu wujud tanggungjawab dalam mengembangkan iman umat, dan dalam pengembangan persekutuan hidup beriman, sesungguhnya sudah baik dan berjalan dengan lancar. Tetapi,  perlu dikaji secara terus menerus. Bila secara riil nyata umat kita di teritorail tertentu masih berjalan di tempat, hal ini harus mengundang perhatian kita untuk mencari penyebab. Maka, solusi apa yang akan kita tawarkan? Misalnya: kita memprogramkan gerakan Katekse Umat. Kita tahu bahwa katekese umat penting dan sangat berguna dalam penguatan iman umat. Dalam proses katekese umat, umat saling membagi, saling berkomunikasi dengan tujuan agar satu dengan yang lain dapat menimba pengalaman-pengalaman iman yang dialami. Tetapi pertanyaan kita sekali lagi adalah: bagaimana proses itu sendiri, sudahkah sesuai dengan apa yang didambakan oleh umat? Oleh karena itu perlu analisis, perlu penelitian, barang kali metodenya perlu dimodifikasi atau lebih variatif. Tentu jawabannya kembali dari situasi lapangan yang sudah dan sedang kita jalankan. Menyimak hasil PKKI IX tahun 2008 di Manado “Katekese dalam Masyarakat yang tertekan”, kita ditantang bagaimana berkatekese bagi masyarakat yang sedang tertekan dalam ragam bentyuknya. Tertekan sangat luas, dan dalam sudut pandang apa kita lihat?

(Bersambung …).

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!