Studi Kelayakan Pendirian STP Dian Mandala

July 14, 2009 by  
Filed under Beranda, Sejarah, Umum

Untuk menetapkan hasil akhir dari studi kelayakan pendirian STP Dian Mandala Gunungsitoli Keuskupan Sibolga, kami sebagai tim menganggap perlu mengurutkan sejumlah hal yang agaknya menolong untuk memberi penilaian yang diperlukan pihak Ditjen Bimas Katolik Departemen Agama RI.

  1. Sejarah singkat
  2. Latarbelakang dan tujuan pendirian
  3. Bentuk dan nama
  4. Lembaga penunjang
  5. Dosen dan tenaga kependidikan
  6. Tenaga administrasi
  7. Sumber dana
  8. Tanah yang dimiliki
  9. Bidang ilmu yang akan diselenggerakan
  10. Daya tampung mahasiswa
  11. Kebutuhan masyarakat
  12. Prospek minat mahasiswa
  13. Fasilitas fisik
  14. 14. Pembiayaan selama lima tahun
  15. 15. Kesimpulan

1. SEJARAH SINGKAT

Sesungguhnya STP Dian Mandala Gunungsitoli Keuskupan Sibolga sudah mencatat sejarah selama 17 tahun mengelola pendidikan pastoral tingkat akademis bagi calon-calon guru agama, katekis dan petugas pastoral. Tapi jauh sebelum itu pendidikan tenaga kegerejaan ini sudah berawal di PGAK (Pendidikan Guru Agama Katolik) DIAN MANDALA, yang mulai beroperasi pada tahun 1979 dengan hasil yang menggembirakan. Sejalan dengan peraturan pemerintah, maka PGAK dihapus dan digantikan dengan INSTITUT PASTORAL DIAN MANDALA FILIAL IPI MALANG. Sejarahnya kami kemukakan secara garis besar.

1)      Surat Izin Dirjen Bimas Katolik Departemen Agama RI.No: G/PP.03.2/128/91, tgl. 2 Februari 1991, yang ditujukan kepada Rektor Institut Pastoral Indonesia Malang untuk membuka Filial Program Diploma Dua (DII) dan Diploma Tiga (DIII) Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik di Sekolah, mulai Tahun Kuliah 1991/1992 pada Keuskupan Sibolga – Sumatera Utara.

2)   Surat Keputusan Rektor Institut Pastoral Indonesia, Nomor: 11 Tahun 1991 dan Nomor: MLG – 01/SK-DIP/IPI/III/1991, tanggal 18 Maret 1991, perihal Pembukaan Filial Program Diploma Dua (DII) dan Program Diploma Tiga (DIII) Pendidikan Agama Katolik di Sekolah Tinggi Pastoral Gunungsitoli – Nias – Keuskupan Sibolga.

3)      Surat Keputusan Uskup Sibolga, No: 039/KS-SK/91, tanggal 20 Maret 1991, tentang Pembukaan Filial IPI-Malang, Program Diploma Dua dan Tiga Keuskupan Sibolga, cq. Gunungsitoli.

4)      Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Departemen Agama RI No: Dj.IV/Hk 005/42/2004 tentang Pemberian Ijin Penyelenggaraan Kuliah Kelas Jauh (KKJ) Program S1 Sekolah Tinggi Pastoral (STP-IPI) Malang di Nias Keuskupan Sibolga.

5)   Keputusan Ketua STP-IPI Malang No. 05/K/IPI/IV/2004 tentang Pembukaan Kuliah Kelas Jauh Program S1 Jurusan Katekese Pastoral di Nias Keuskupan Sibolga.

Jadi sudah sejak tahun 1991 sudah ada pengalaman berharga dalam hal seluk beluk pengelolaan dan pengaturan mekanisme Perguruan Tinggi Swasta Katolik yang sejak tahun 2004 diberi nama SEKOLAH TINGGI PASTORAL DIAN MANDALA GUNUNGSITOLI, FILIAL STP-IPI MALANG DI NIAS.

Mendesaknya kebutuhan besar akan tenaga guru agama Katolik dan tenaga pastoral lainnya, tersedianya fasilitas yang memenuhi persyaratan yang akademis, sehat dan lengkap, tersedianya tenaga kependidikan dan tenaga administrasi yang tetap dikembangkan, adanya dukungan positip dan menggembirakan dari banyak pihak, adanya mahasiswa yang merasa terpanggil menjadi pelayan gerejani, adanya kemampuan finansial untuk pengelolaan yang baik dan kontinu maka dapat disimpulkan:

1) Sangat layak didirikan STP Dian Mandala Gunungsitoli, Keuskupan Sibolga sesegera mungkin dalam tahun ajaran 2008/2009 ini.

2)   Program yang diinginkan adalah program S1.

3)   Ijin yang diberi hendaknya meliputi: Program S1 reguler, program KKK (Kuliah Kelas Khusus) dan program KJJ (Kuliah Kelas Jauh). Ketiga program ini akan tepat menjawab kebutuhan masyarakat banyak khususnya sekolah-sekolah, dan selain itu tenaga pendidik pun akan berijazah S1 (Sarjana Agama).

Demikianlah hasil kajian kami. Penuh harapan bahan ini akan berguna bagi tim supervisor dan bagi Bapak Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Departeman Agama Republik Indonesia untuk memberi ijin pengelolaan SEKOLAH TINGGI PASTORAL (STP) DIAN MANDALA GUNUNGSITOLI, KEUSKUPAN SIBOLGA, PROVINSI SUMATERA UTARA.

2. LATARBELAKANG DAN TUJUAN PENDIRIAN STP DIAN MANDALA

A. LATARBELAKANG

Keuskupan Sibolga terletak di pantai barat Provinsi Sumatera Utara yang meliputi Kota Sibolga, Kapupaten Tapanuli Tengah, Kota Sidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Nias dan Kabupten Nias Selatan. Kehidupan beragama di seluruh wilayah pantai barat ini sungguh dinamis sekaligus terpelihara kerukunan yang dapat dibanggakan. Khusus tentang penduduk Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan sebanyak 98% beragama Kristen, dari antara itu mencapai 25% bergama Katolik dari sekitar 700.000 jiwa penduduk. Nias sebuah pulau yang dikelilingi lautan samudera, terpisah dari Sumatera sekitar 120 km dan punya karakteristik budaya yang spesifik dalam banyak hal.

1) Keadaan Umum Umat Beragama di Provinsi Sumatera Utara.

  1. Jumlah Penduduk Provinsi Sumatera Utara menurut data statistik (data tahun 2007) adalah 12.643.494 jiwa.
  2. Komposisi Penduduk Provinsi Sumatera Utara menurut pemeluk agama adalah sebagai berikut (data tahun 2004):

a.   Katolik                            :    6,1 %
b.   Kristen Protestan             :  29,6 %
c.   Islam                               :  59,2 %
d.   Hindu                              :  0, 4 %
e.   Budha                             :    4,7 %

———————————————–

Total                                     :  100 %

2) Statistik Keuskupan Sibolga per Desember Akhir 2006

Menurut Statistik Keuskupan Sibolga 2006, keadaan umat Katolik sebagai berikut:

a.   Paroki berjumlah                      =    22 unit
b.   Jumlah dekanat                         =    2 (Dekanat Tapanuli dan Dekanat Nias)
c.   Jumlah umat sebanyak              =    205.882 jiwa
d.   Jumlah stasi / kapel                   =    785 buah
e.   Jumlah katekumen                    =    4.515 jiwa
f.    Baptisan dewasa                       =    2.932 jiwa
g.   Baptisan anak-anak                  =    5.569 jiwa

3) Idealnya Jumlah Tenaga Pastoral di Keuskupan Sibolga

♦    Tenaga katekis paroki yang dibutuhkan untuk 785 stasi di seluruh Keuskupan Sibolga idealnya  minimal sebanyak 78 orang katekis. Dengan demikian seorang katekis akan mendampingi dan melayani sekitar 10 stasi yang menyebar di desa-desa di pegunungan, setengah dari antaranya masih hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki.

♦    Tenaga pembina angkatan usia muda untuk seluruh paroki idealnya sebanyak 22 orang. Hingga sekarang belum ada tenaga.

Kebutuhan Keuskupan Sibolga untuk Tenaga Pastoral dalam waktu 5 tahun ini sebanyak 78 + 22 = 100 orang.

4)      Keadaan Guru Agama Katolik di Dekanat Nias

Ø Kabupaten Nias (data tahun 2006)

No.

Jenis Sekolah

Jlh Sekolah

Jlh Guru Agama Katolik yang ada

Jlh Kebutuhan Guru Agama Katolik

Kekurangan

Guru Agama

1. SD 444 Unit 98 Orang 288 Orang 190
2. SMP 103 Unit 11 Orang 51 Orang 40
3. SMA 59 Unit 2 Orang 30 Orang 28
4. Perguruan Tinggi 2 Unit - Orang 2 Orang 2
111 orang 371 Orang 260

Ø Kabupaten Nias Selatan (data tahun 2005)

No.

Jenis Sekolah

Jumlah Sekolah

Jumlah Guru Agama Katolik yang ada

Jumlah Kebutuhan Guru Agama Katolik

Kekurangan

Guru Agama

1. SD 298 Unit 37 Orang 261 Orang 224
2. SMP 68 Unit 9 Orang 59 Orang 50
3. SMA 29 Unit 2 Orang 27 Orang 25
4. Perguruan Tinggi 1 Unit - Orang 1 Orang 1
48 orang 348 Orang 300

Total kekurangan Guru Agama Katolik di Dekanat Nias 260 + 300 = 560 orang.

Kekurangan Guru Agama di Dekanat Tapanuli bisa mencapai 130 orang (data akurat masih dalam penantian). Jadi di seluruh Keuskupan Sibolga dinantikan saat ini sebanyak 630 orang Guru Agama Katolik.

B. TUJUAN

Tujuan Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Dian Mandala Gunungsitoli, Keuskupan Sibolga adalah:

1).  Umum:

Menyelenggarakan Pendidikan dan Pengajaran atas dasar iman Katolik yang berpangkal pada moral Katolik, ajaran Gereja Katolik dan kebudayaan Indonesia secara ilmiah. Pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, penelitian, seminar, simposium, dan pengabdian kepada masyarakat dijalankan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

2).  Khusus:

2.1  Bersama Pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah di wilayah Keuskupan Sibolga, Provinsi Sumatera Utara mendukung dan menciptakan tenaga-tenaga Guru Agama Katolik dan Katekis yang beriman, profesional, handal dan berdedikasi tinggi dalam melayani umat dan siswa-siswi di sekolah maupun masyarakat keseluruhan.

2.2  Mendidik kaum awam Katolik untuk berperan serta dalam Karya Pastoral.

2. BENTUK DAN NAMA

1)      Perguruan Tinggi Agama Katolik Swasta ini diberi nama SEKOLAH TINGGI PASTORAL (STP) DIAN MANDALA GUNUNGSITOLI, KEUSKUPAN SIBOLGA yang selanjutnya disingkat STP Dian Mandala.

2)      Sekolah Tinggi Pastoral ini adalah sebuah Lembaga Pendidikan Tinggi Katolik Swasta yang didirikan dengan Surat Keputusan Uskup Keuskupan Sibolga Nomor 050/KS-SK/2007 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Dian Mandala Gunungsitoli, Keuskupan Sibolga tertanggal 20 Desember 2007, yang bernaung di bawah pembinaan Departemen Agama Republik Indonesia.

3)      Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Dian Mandala Gunungsitoli, Keuskupan Sibolga berkedudukan di Gunungsitoli Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara, beralamat di Kampus Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Dian Mandala Gunungsitoli Keuskupan Sibolga, Jalan Karet Nomor 33 A Gunungsitoli-Nias 22815, Telp. (0639) 21901 – Fax (0639) 21901.

4)      Dalam perkembangannya, Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Dian Mandala Gunungsitoli, Keuskupan Sibolga dapat membuka Jurusan dan Program Studi sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan Pemerintah: ”Sekolah Tinggi terdiri atas satu program studi atau lebih yang menyelenggerakan Program Diploma Satu (DI), Progma Diploma Dua (D II), Program Diploma Tiga (D III) dan/atau Program Diploma Empat (D IV), dan yang memenuhi syarat dapat menyelenggerakan Progam S1, Program S2 dan/atau Program S3” (KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 234/U/2000 TENTANG PEDOMAN PEDIRIAN PERGURUAN TINGGI pasal 2 butir (4).

3. LEMBAGA YANG MENUNJANG

Lembaga yang menunjang kelangsungan dan keberadaan STP Dian Mandala yang secara nyata menyokong, mendukung, menganimasi dan sekaligus menghrapkan serta membutuhkan adalah:

1.   Keuskupan Sibolga: yang memperlihatkan kasih dan keprihatinan atas pendidikan iman putra/i Gereja di seluruh keuskupan. Untuk tujuan itu STP Dian Mandala didirikan dan dikelola oleh Keuskupan agar tersedia tenaga guru agama dan katekis yang menjadi tenaga utama dalam membina seluruh umat.

2.   Paroki-paroki: yang berjumlah 21 buah mengutus dan merekomendasikan calon-calon mahasiswa baru dan menerima mereka waktu program KKN dan mendapatkan pertolongan dari mahasiswa yang telah menamatkan studi di STP Dian Mandala.

3.   Deparetemen Agama setempat: melalui Kasie Bimas Katolik menunjukkan perhatian besar dan memberi informasi yang berharga perihal kebutuhan ketenagaan guru agama Katolik di wilayahnya masing-masing.

4.   Kantor Dinas Pendidikan setempat: khususnya di Kabupaten Nias yang menerima dengan senang hati proposal yang diajukan untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan untuk pengelolaan STP Dian Mandala.

5.   Komisi Kateketik, Komisi Liturgi dan Komisi Kitab Suci, Komisi Komunikasi Sosial dan PSE Keuskupan Sibolga: sangat menolong dalam menyebarkan informasi dan dengan ringan hati menjadi tenaga pengajar.

6.   Pemerintah Kabupaten Nias c/q Bapak Bupati Nias: melihat dengan baik kurangnya tanaga guru agama Katolik dan tenaga pembina umat basis di seluruh Kabupaten Nias yang terdiri dari 34 kecamatan. Dana bantuan untuk pembangunan kampus baru STP Dian Mandala diperoleh karena usaha Pemda Nias.

7.   Lembaga legislatip Kabupaten Nias: tetap menyetujui penyaluran dana bantuan tahunan untuk kelangsungan hidup STP Dian Mandala.

8.  Bila terwujud pemekaran Kabupaten / Kota di Pulau Nias maka akan bertambah kebutuhan tenaga terdidik di bidang keagaamaan untuk lingkungan sekolah maupun untuk pembimbingan masyarakat Katolik secara keseluruhan.

9.   Dewan Pembina STP Dian Mandala: dibentuk dan diangkat oleh Uskup Keuskupan Sibolga sebagai Badan Pengurus yang memikirkan, merancang, mengembangkan dan memantau arah dan gerak langkah STP Dian Mandala.

4. DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKA

Tabel 1: Rincian Tenaga Kependidikan dan Rencana Lima Tahun Ke depan.

TAHUN

Dosen Tetap

Jumlah

Dosen Tidak Tetap

Jumlah

Total

S1

S2

S3

S1

S2

S3

2008

5

1

1

7

14

3

-

17

24

2009

5

1

1

7

14

3

-

17

24

2010

4

3

1

8

13

5

-

18

24

2011

4

3

1

8

13

5

-

18

26

2012

3

4

1

8

13

5

-

18

26

2013

3

5

1

9

13

5

-

18

27

5. TENAGA ADMINISTRASI

Tabel 2: Tenaga Administrasi dan Rencana Lima Tahun Ke depan

Tahun

Pegawai

Jumlah

Tetap

Tidak Tetap

2008

1

2

3

2009

2

3

5

2010

3

3

6

2011

3

4

7

2012

3

4

7

2013

3

4

7

6. SUMBER DANA KEGIATAN

Keuskupan Sibolga selaku pemilik dan pendiri Sekolah Tinggi Pastoral (STP) bertindak sebagai penyandang dana utama dan pertama demi keberadaan dan kelangsungan hidup STP Dian Madala. Secara rinci kami urutkan sumber dana.

1)   Keuskupan Sibolga menyediakan tanah yang sekarang dijadikan lokasi baru Kampus Sekolah Tinggi Pastoral Dian Mandala Gunungsitoli, Keuskupan Sibolga seluas = 2.500m.2

2)   Keuskupan Sibolga telah menyediakan dana untuk pembangunan Gedung Kampus Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Dian Mandala Gunungsitoli, Keuskupan Sibolga. Di dalamnya lengkap tersedia ruangan: Pimpinan (1), Dosen (1), Pegawai (1) Perpustakaan (1), Ruang Kuliah (4), Aula Pertemuan (1), Toilet/ Kamar Mandi (6) dan dapur kecil (1).

3)   Dana operasional Sekolah Tinggi Pastoral (STP) ini, berkisar Rp 10.000.000/bulan sepenuhnya menjadi tugas dan tanggung jawab Keuskupan Sibolga melalui Dewan Pembina STP Dian Mandala Gunungsitoli, Keuskupan Sibolga.

4)   Uang kuliah mahasiswa setiap semester turut menjadi dana pengelolaan pendidikan.

5)   Dana bantuan diterima dari Pemerintah Daerah Kabupaten Nias setiap tahun, yang besarnya tergantung pada Pemda Nias dan Badan Legislatip.

6) Dana bantuan pengelolaan diterima juga dari Ditjen Bimas Katolik Departemen Agama Republik Indonesia setiap tahun.

7) Untuk penerimaan dana bantuan dari pelbagai pihak STP Dian Mandala telah mempunyai Nomor Rekening Bank: 3378-01-016465-53-5, BRI, 3378 UNIT SUDIRMAN GUNUNG SITOLI, a.n. STP DIAN MANDALA GUNUNGSITOLI 22815.

7. TANAH YANG DIMILIKI

Keuskupan Sibolga telah menyediakan tanah yang sekarang dijadikan lokasi baru Kampus Sekolah Tinggi Pastoral Dian Mandala Gunungsitoli, Keuskupan Sibolga seluas = 2.500m.2 Lokasi kampus baru ini terletak di Jln. Nilam no 4 GUNUNGSITOLI – NIAS, berjarak 100 m dari gedung lama.

8. BIDANG ILMU YANG DISELENGGERAKAN

1)   Sekolah Tinggi Pastoral Dian Mandala menyelenggarakan pendidikan Jurusan Pastoral Kateketik, Program Studi Ilmu Pastoral Kateketik, dengan jenjang pendidikan Strata Satu (Sarjana Agama).

2)   Dalam menyelenggarakan pendidikan di Sekolah Tinggi Pastoral, diberlakukan Sistem Satuan Kredit Semester (SKS), dengan pengertian sebagai berikut :

a.   Sistem penyelenggaraan pendidikan yang terdiri dari beban studi mahasiswa, beban kerja tenaga pengajar dan beban penyelenggaraan program lembaga pendidikan yang dinyatakan dalam kredit.

b.   Semester adalah satuan waktu terkecil untuk menyelenggarakan lamanya masa program pendidikan suatu jenjang pendidikan Strata Satu dari awal sampai akhir, yang dibagi dalam awal penyelenggaraan semesteran.

c.   Satuan Kredit Semester adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa, besarnya usaha yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu program serta besarnya usaha untuk menyelenggarakan pendidikan bagi Perguruan Tinggi dan Dosen.

3)   Kurikulum yang memuat seluruh mata kuliah hingga jenjang S1 Jurusan Pastoral Kateketik, Program Studi Ilmu Pastoral Katektik pada Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Dian Mandala Gunungsitoli, Keuskupan Sibolga disusun menurut GBPP (yang diatur tersendiri).

9. DAYA TAMPUNG MAHASISWA

A. Rincian Mahasiswa pada tahun pertama dan Rencana Lima Tahun ke depan

Tahun

Keadaan Mahasiswa per Tahun

Tahun I

Tahhun II

Tahun III

Tahun IV

Cuti Akademik

Non Semester

Total
2008/2009

30

?

?

30

2009/2010

30

30

?

?

60

2010/2011

30

30

30

?

?

90

2011/2012

30

30

30

30

?

?

120
2012/2013

30

30

30

30

?

?

120

NB:Penyusutan jumlah mahasiswa mencapai 4% – 5% per tahun atas pelbagai alasan seperti: sakit, orangtua pindah ke tempat jauh, cuti akademik, living-cost, mendapat tawaran pekerjaan, pindah ke PT lain, dll.

B. Rincian Jumlah Mahasiswa STP Dian Mandala Gunungsitoli, Filial STP-IPI Malang dan perpindahan mereka ke STP Dian Mandala (setamat D II dan D III)

Keadaan Mahasiswa STP Dian Mandala Gunungsitoli, Filial STP – IPI Malang

Pengelompokan Mahasiswa

Agst. 2008

Feb.

2009

Agst. 2009

Feb.

2010

Agst. 2010

Feb.

2011

Agst. 2011

Mahasiswa semester III

55

55

Mahasiswa KKN (D II)

38

55

Mahasiswa D III

24

Mahasiswa Semester IX

16

Mahasiswa Non Semester

7

Pindah Ke STP Dian Mandala
Mahasiswa DM Semester VI

38

55

Mahasiswa DM Semester VII

38

55

Mahasiswa DM Semester VIII

24

38

55

Mahasiswa DM Semester IX

24

38

55

T o t a l

140

117

93

93

93

55

55

Keseluruhan jumlah mahasiswa di Kampus STP Dian Mandala Gunungsitoli:

Tahun 2008 (Agst):          170 orang

Tahun 2009 (Agst):          153 orang

Tahun 2010 (Agst):          183 orang

Tahun 2011 (Agst):          175 orang

Tahun 2012 (Agst):          120 orang

NB: Penyusutan jumlah mahasiswa mencapai 4% – 5% per tahun atas pelbagai alasan seperti: sakit, orangtua pindah ke tempat jauh, cuti akademik, living-cost, mendapat tawaran pekerjaan, pindah ke PT lain, dll.

10. KEBUTUHAN MASYARAKAT

1)   Dalam Kalangan Intern Gereja – Keuskupan Sibolga:

٭ Tenaga katekis paroki yang dibutuhkan untuk 785 stasi di seluruh Keuskupan Sibolga  sebanyak 78 orang katekis. Dengan demikian seorang katekis akan mendampingi dan melayani sekitar 10 stasi yang menyebar di desa-desa di pegunungan, setengah dari antaranya hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki.

٭ Tenaga pembina angkatan usia muda untuk seluruh paroki idealnya sebanyak 22 orang. Hingga sekarang belum ada tenaga.

Kebutuhan Keuskupan Sibolga untuk tenaga pastoral dalam waktu 5 tahun ini sebanyak 78 + 22 = 100 orang.

2)   Dalam Dunia Pendidikan di Sekolah Umum (SD, SMP, SMA/SMK dan PT)

Tenaga Guru Agama Katolik di Dekanat Nias, Keuskupan Sibolga dibutuhkan sebanyak 560 orang, dengan rincian: untuk Kabupaten Nias sebanyak 260 orang dan untuk Kabupaten Nias Selatan sebanyak 300 orang. Diperkirakan kebutuhan tenaga guru agama Katolik di Dekanat Tapanuli sekitar = 130 orang. Total kebutuhan di seluruh keuskupan sebanyak 690 orang.

11. PROSPEK MINAT MAHASISWA

Jumlah mahasiswa bervariasi tergantung pada minat dan bakat, kemampuan finansial, dukungan dari pelbagai pihak dan penempatan bagi mereka yang telah tamat. Jumlah mahasiswa baru dalam 5 tahun terakhir:

Tahun                       Mahasiswa Baru

2003                          64
2004                          22
2005                          30
2006                          44
2007                          58

Dapat diperkirakan bahwa setiap tahun akan mendaftar sekitar 30 orang mahasiswa baru dari seluruh wilayah Keuskupan Sibolga.

12. FASILITAS FISIK

Tabel:    Rincian FASILITAS FISIK yang digunakan pada tahun pertama dan rencana lima tahun ke depan. Catatan: gedung baru akan mulai fungsional pada bulan Februari 2009 (semester genap)

No. JENIS RUANG

L U A S (m2)

2008

2009

2010

2011

2012

2013

1

Ruang Administrasi 16 156

2

Ruang Pimpinan 12 196

3

Ruang Dosen 24 46.8

4

Ruang Kuliah 190 315

5

Ruang Seminar 90 46.8

6

Ruang Perpustakaan 35 130

7

Ruang Toilet 30 43

8

Ruang Bimbingan 20 7.8

13. PEMBIAYAAN SELAMA LIMA TAHUN (2008-2013)

1) Dana investasi untuk tahun 2008-2013: untuk rehap, peralatan baru, studi lanjut dosen, perjalanan dinas, pengembangan pendidikan disediakan sebesar Rp 1.050.000.000 (satu miliar limapuluh juta rupiah).

2)   Biaya penyelenggaraan: gaji, honor, ATK, perpustakaan, majalah dan koran, telpon, listrik, pos, tehnisi, kebutuhan rutin, seminar, studi banding, penataran, rapat dll disediakan Rp 1.200.000.000 (satu miliar duaratus juta rupiah).

3)   Proyeksi aliran dana (2008-2013):

- Uang kuliah mahasiswa                                                     = Rp. 600.000.000,-
- Sumbangan Pemda Nias                                                   = Rp. 500.000.000,-
- Sumbangan Ditjen Bimas Katolik Depag RI               = Rp. 750.000.000,-
- Subsidi Keuskupan                                              = Rp. 400.000.000,-

14. KESIMPULAN

Mendesaknya kebutuhan besar akan tenaga guru agama Katolik dan tenaga pastoral lainnya, tersedianya fasilitas yang memenuhi persyaratan yang akademis, sehat dan lengkap, tersedianya tenaga kependidikan dan tenaga administrasi yang tetap dikembangkan, adanya dukungan positip dan menggembirakan dari banyak pihak, adanya mahasiswa yang merasa terpanggil menjadi pelayan gerejani, adanya kemampuan finansial untuk pengelolaan yang baik dan kontinu maka dapat disimpulkan:

1) Sangat layak didirikan STP Dian Mandala Gunungsitoli, Keuskupan Sibolga sesegera mungkin dalam tahun ajaran 2008/2009 ini.

2)   Program yang diinginkan adalah program S1.

3)   Ijin yang diberi hendaknya meliputi: Program S1 reguler, program KKK (Kuliah Kelas Khusus) dan program KJJ (Kuliah Kelas Jauh). Ketiga program ini akan tepat menjawab kebutuhan masyarakat banyak khususnya sekolah-sekolah, dan selain itu tenaga pendidik pun akan berijazah S1 (Sarjana Agama).

Demikianlah hasil kajian kami. Penuh harapan bahan ini akan berguna bagi tim supervisor dan bagi Bapak Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Departeman Agama Republik Indonesia untuk memberi ijin pengelolaan SEKOLAH TINGGI PASTORAL (STP) DIAN MANDALA GUNUNGSITOLI, KEUSKUPAN SIBOLGA, PROVINSI SUMATERA UTARA.

Gunungsitoli, 16 Juli 2008

Tim Pelaksana Studi Kelayakan:

  1. P. Marinus Telaumbanua OFMCap.
  2. Zeno N. Halawa S.Ag
  3. Yulianus Pello Wau S.Ag
  4. Stefanus Zebua S.Ag
  5. Selestinus Laia A.Md

Sejarah Singkat STP Dian Mandala Gunungsitoli, Keuskupan Sibolga

July 14, 2009 by  
Filed under Sejarah

STP Dian Mandala Gunungsitoli Keuskupan Sibolga sudah mencatat sejarah. Sudah selama 17 tahun mengelola pendidikan pastoral tingkat akademis bagi calon-calon guru agama Katolik, katekis dan petugas pastoral. Tetapi jauh sebelum itu pendidikan tenaga kegerejaan ini sudah berawal di PGAK (Pendidikan Guru Agama Katolik) DIAN MANDALA, yang mulai beroperasi pada tahun 1979. Pimpinan masa itu antara lain: P. Paulinus Manaõ OFMCap., Sr. Theresia Hondrõ SCMM, Sr. Bernadet Chandra SCMM, Bpk. Drs. Wilhelm Ndruru (alm). Sejalan dengan peraturan pemerintah, maka PGAK ditiadakan dan digantikan dengan INSTITUT PASTORAL DIAN MANDALA FILIAL IPI MALANG. Sejarah singkatnya sebagai berikut:

1    Diterbitkan Surat Izin Dirjen Bimas Katolik Departemen Agama RI.No: G/PP.03.2/128/91, tgl. 2 Februari 1991, yang ditujukan kepada Rektor Institut Pastoral Indonesia Malang untuk membuka Filial Program Diploma Dua (DII) dan Diploma Tiga (DIII) Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik di Sekolah, mulai Tahun Kuliah 1991/1992 pada Keuskupan Sibolga – Sumatera Utara.

2      Surat Keputusan Rektor Institut Pastoral Indonesia, Nomor: 11 Tahun 1991 dan Nomor: MLG – 01/SK-DIP/IPI/III/1991, tanggal 18 Maret 1991, perihal Pembukaan Filial Program Diploma Dua (DII) dan Program Diploma Tiga (DIII) Pendidikan Agama Katolik di Sekolah Tinggi Pastoral Gunungsitoli – Nias – Keuskupan Sibolga.

  1. Surat Keputusan Uskup Sibolga, No: 039/KS-SK/91, tanggal 20 Maret 1991, tentang Pembukaan Filial IPI-Malang, Program Diploma Dua dan Tiga Keuskupan Sibolga, cq. Gunungsitoli. Pimpinan pertama adalah Bpk. Drs. Wilhelm Ndruru (alm.) dan menyusul kemudian Bpk. Zeno N. Halawa S.Ag.
  2. Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Departemen Agama RI No: Dj.IV/Hk 005/42/2004 tentang Pemberian Ijin Penyelenggaraan Kuliah Kelas Jauh (KKJ) Program S1 Sekolah Tinggi Pastoral (STP-IPI) Malang di Nias Keuskupan Sibolga. Pimpinannya Bpk. Zeno N. Halawa S.Ag hingga Maret 2008,  menyusul P. Marinus Telaumbanua OFMCap. sejak tgl 5 Maret 2008.

5      Keputusan Ketua STP-IPI Malang No. 05/K/IPI/IV/2004 tentang Pembukaan Kuliah Kelas Jauh (KJJ) Program S1 Jurusan Katekese Pastoral di Nias Keuskupan Sibolga.

Jadi sudah sejak tahun 1991 sudah ada pengalaman berharga dalam hal seluk beluk pengelolaan dan pengaturan mekanisme Perguruan Tinggi Agama Katolik Swasta (PTAKS) yang sejak tahun 2004 diberi nama SEKOLAH TINGGI PASTORAL DIAN MANDALA GUNUNGSITOLI, FILIAL STP-IPI MALANG DI NIAS.

Mendesaknya kebutuhan besar akan tenaga guru agama Katolik dan tenaga pastoral lainnya, tersedianya fasilitas yang memenuhi persyaratan akademis, sehat dan lengkap, tersedianya tenaga kependidikan dan tenaga administrasi yang tetap dikembangkan, adanya dukungan positip dan menggembirakan dari banyak pihak, adanya mahasiswa yang merasa terpanggil menjadi pelayan gerejani, adanya kemampuan finansial untuk pengelolaan yang baik dan kontinu maka dapat disimpulkan:

1)    Sangat layak didirikan STP Dian Mandala Gunungsitoli, Keuskupan Sibolga sesegera mungkin dalam tahun ajaran 2008/2009 ini dengan status mandiri, yang berarti tidak lagi filial STP-IPI Malang.

2)     Program yang dimohonkan adalah program Strata 1 (S1).

3)     Ijin yang dimohonkan meliputi: Program S1 reguler, Program KKK (Kuliah Kelas Khusus) dan Program KJJ (Kuliah Jarak Jauh). Ketiga program ini akan tepat menjawab kebutuhan masyarakat banyak khususnya sekolah-sekolah, dan berimplikasi bahwa tenaga pendidik pun akan berijazah S1 (Sarjana Agama).

Hari Selasa tgl 26 Agustus 2008 Dirjen Bimas Katolik Bpk. Drs. Stef Agus datang ke Gunungsitoli untuk memenuhi permohonan Keuskupan Sibolga dan menyatakan keputusan resmi perihal kemandirian STP Dian Mandala dan program-program yang akan diselenggerakan di SEKOLAH TINGGI PASTORAL (STP) DIAN MANDALA GUNUNGSITOLI, KEUSKUPAN SIBOLGA, PROVINSI SUMATERA UTARA. Uskup Keuskupan Sibolga Mgr. Dr. Ludovicus Simanullang OFMCap. melalui Surat Keputusan Nomor 015.1/KS-SK/2008 telah menetapan unsur pimpinan yakni: P. Dr. U Marinus Telaumbanua OFMCap. (Ketua), Zeno N. Halawa S.Ag (Puket I), Feronika Zai S.Ag (Puket II) dan Stefan Y. Zebua (Puket III).

Syukur kepada Tuhan Allah kita dan ribuan terimakasih kepada semua pihak.

Narasi Yubileum

July 14, 2009 by  
Filed under Mahasiswa, Sejarah

NARASI YUBILEUM MENGENANG DAN MENSYUKURI JASA PARA MISSIONARIS KEUSKUPAN SIBOLGA, SUMATERA UTARA

(Pembukaan Yubileum, 18 November 2008)

(Dipresentasikan oleh Mahasiswa STP Dian Mandala)

Narator 1: Walau sepintas…, pada pembukaan Yubileum dan Sinode Perdana Keuskupan Sibolga ini, mari kita kenang jasa para misionaris Keuskupan Sibolga. Kita syukuri Allah yang Mahapengasih atas jasa hamba-hambanya dan berterimakasih kepada mereka yang pernah ikut serta mematri wajah Kristus dalam benak, hati dan sikap kita.

Narator 2: Berlayar dari Pulau Penang Malaysia 2 orang misionaris Perancis menuju wilayah Sibolga. Namanya Pastor Jean-Pierre Vallon dan Jean-Laurent Berard. Mereka ditemani sepasang suami-isteri Nias yang sudah menetap di Penang pada masa itu. Akhir tahun 1831 mereka mulai menempuh perjalanan jauh, menumpang perahu layar bersama sejumlah muslim yang baru kembali dari Mekah menuju Aceh. Tiba di Sibolga kedua imam muda belia ini berpisah, yang satu menuju Padang dan yang satu lagi menuju Gunungsitoli.

Pada bulan Maret 1832 Pastor Jean-Pierre Vallon tiba di Nias dan tinggal di desa Lasara Gunungsitoli. Pada bulan Juni beliau jatuh sakit. Diduga karena malaria, beliau meninggal dunia pada bulan Juni 1832 dalam usia 30 tahun. Temannya dari Padang datang juga ke Gununsitoli setelah mendengar kematian rekannya sang saksi Kristus pertama di Pulau Nias. Beliau juga meninggal Juni 1832, juga pada usai 30 tahun. Mungkin sudah ada beberapa yang mulai percaya kepada Kristus di Lasara waktu itu. Tapi alam dan penyakit menguburkan impian dalam-dalam menunggu waktu yang tepat.

Narator 3: Sebagai tanda syukur kepada kedua misionaris asal Perancis 176 tahun lalu, kita diajak berdiri untuk mengenang dan mensyukuri upaya mereka. Krans bunga akan dihantar ke batu pusara mereka di dinding luar kiri gereja. (diantar Krans bunga, Koor  Mater Dei 1 ayat)

Narator 1: Awal pengakaran Gereja Katolik Keuskupan Sibolga terwujud dengan datanganya misionaris dari Belanda. Mulanya tiba di Gunungsitoli Pastor Projo Caspar de Hesselle pada tahun 1854, tapi beliau meninggal sangat cepat. Di pusaranya di dinding Gereja Santa Maria Gunngsitoli tertulis: “C. de Hessele, Missionarius Apostolicus, meninggal dunia 31 Agustus 1854”

Narator 2: Menyusullah berturut-turut misionaris Belanda yang sungguh menanamkan akar kekatolikan. Beginiliah kisahnya. Tahun 1929 tiba di Sibolga Pastor Kapusin Chrysologus Timmermans. Kegiatan pastoralnya mulanya hanya untuk warga Belanda dan Tionghoa kota Sibolga. Pada tahun 1930 menyusul tiba 6 orang Suster SCMM yang menolong di bidang pendidikan anak sekolah. Menyusul beberapa waktu kemudian para Frater CMM dari negeri Belanda.

Barulah pada tahun 1933 Pastor diberi izin keluar kota Sibolga dan membuka stasi Katolik di Pintubosi dan Pangaribuan dan yang lainnya.

Narator 3: Pada tahun 1939 Pastor Kapusin Burchradus van der Weijden tiba di Pulau Nias. Dan tgl 31 Agustus 1939… dirayakan Misa Kudus yang pertama di Nias di rumah Bapak Stefanus Sibee Laia, warga desa Lahusa Masio (kecamatan Lahusa sekarang). Beliau dan keluargnaya sudah menjadi Katolik selagi merantau di Padang

Narator 1: Tentang Pastor Van der Weijden ini, ada komentar Pastor Anicet Flechtker: “Karena tahu, betapa penting gerakan dan pengaruh para Katekis, ia (Pastor van der Weijden) terutama sibuk mendidik dan melatih dalam kursus-kursus orang yang berbakat untuk menjadi Katekis.”

Narator 2: Pada permulaan tahun 1940 tiba misionaris baru yakni Pastor Ildefonsus van Straalen, seorang periang dan punya rasa humor yang tinggi. Mereka berdua menetap di Hilisaimaetanö untuk membentuk komunitas Katolik dan mendidik para katekis sebanyak 3 gelombang. Mereka menciptakan cukup banyak buku teks yang kemudian dipergunakan oleh para Katekis untuk memimpin ibadat Hari Minggu, mengajar para Katekumen, memberi pembaptisan, mengunjungi orang sakit dan menguburkan yang meninggal.

Narator 1: Begitulah jadi… tatkala Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942. Para pastor, Bruder dan Suster dari Belanda ditawan, dan dibuang terpencar-pencar. Sejumlah suster kita mati karena kerja yang kelewat berat dan karena diberi terlalu sedikit  makanan. Para Katekis di Nias dan Sibolga mengambil alih tugas kegembalaan. Umat jadinya bertambah. Uskup Anicetus B. Sinaga mencatat bahwa selama masa internir (1942-1950) umat di Nias dari 500 orang bertambah menjadi 3.500 jiwa,  sedang di Sibolga umat pribumi  berjumlah 400 orang. Mewakili keseluruhan katekis pantas disebut nama Bpk. B. Siregar dan Bpk. Hendrikus Sohiro Dakhi.

Narator 2: Sesudah merdeka, pada tahun 1951 Pastor Guido de Vet tiba di Nias dan menetap di Hilimaria Orahili. Beliau dikarunia talenta berkomunikasi yang prima: tau baik peribahasa Nias, menguasai baik tata-krama bertegur sapa dan pandai merebut hati para Siulu di Selatan dan para Salawa Mbanua di bagian Utara. Namanya lama diingat-ingat karena pergaulannya yang sungguh merakyat.

Narator 3: Kepada semua misionaris dari negeri Belanda kita acungkan jempol, kita tundukkan kepala tanda hormat, dan sebagai kenangan dengan berdiri kita saksikan arakan krans bunga, tanda cinta dan syukur kita (diantar krans bunga ke altar, Koor Mater Dei 1  ayat).

Narator 1: Sesudah Gereja di wilayah Sibolga diakarkan oleh tangan dan hati suci dari Belanda, datanglah rombongan misionaris lain. Mereka membangun dan memberi bentuk dan menunjuk arah ke depan. Rombongan besar ini datang dari Jerman dan Sud Tirol. Jumlah keseluruhan Imam dan Bruder Kapusin sebanyak 40 orang ditambah dengan  beberapa Suster OSF dan Suster Klaris, juga dari Jerman. Hanya sebagian kecil yang masih hidup dan tinggal di antara kita. Kebanyakan telah meninggal dunia menikmati hidup bahagia di surga; dan sejumlah lain sedang menikmati usia senja di negeri asal Jerman dan Tirol.

Narator 2: Rombongan pertama datang, dipimpin oleh Uskup Gratianus Grimm bersama Pastor Romanus Jansen, Pastor Norbert Kurzen, Bruder Pankratius, Br. Joakim dan Br. Blasius. Usia mereka rata-rata 52 tahun saat itu. Peristiwa bersejarah itu terjadi tgl 27 Maret 1955. Mereka menghadirkan misi kasih sayang. Ditumbuh-kembangkan stasi-stasi di pedalaman yang sulit terjangkau, dan dibangun pusat-pusat paroki yang menyebar ke seluruh Pulau Nias hingga ke Pulau Tello. Kemudian menyusul pembukaan paroki ke arah Padangsidimpuan/ Pinangsori, Tarutung-Bolak/Sorkam dan Tumba/Manduamas. Badan mereka kekar, tatapan wajahnya menembus hingga ke lubuk hati orang-orang penderita dan yang belum berpendidikan. Asrama-asma dibangun, juga panti-panti asuhan yang mengangkat harkat pribadi manusia. Didirikan gereja-gereja permanen dan bangunan-bangunan bernuansa adat lokal yang tahan gempa,  dan juga Sekolah Pertukangan LPTK Mela Sibolga, dikembangkan lagu-lagu gereja inkulturatip yang menyentuh rasa, dan dibangun Museum Pusaka Nias yang menjadi kebanggaan karena melestarikan identitas. Terimakasih atas segala jasa baik, terimakasih kepada prokurator, penghimpun dana di negeri Jerman dan daerah Tirol.

Narator 3: Begini isi catatan Pastor Barnabas, “Tgl 17 November 1959 daerah misi Sibolga dan Nias menjadi Prefektur Apostolik Sibolga. Sebelumnya wilayah ini  bagian Vikariat Medan. Tgl 15 Agustus 1960 Mgr. Grimm menjadi Administrator Apostolik Sibolga. Sedang pada pihak Ordo Pastor Norbert Kurzen menjabat Superior Regularis Misi Kapusin Sibolga.”

Narator 1: Wilayah gerejani Sibolga telah diangkat oleh Tahta Suci menjadi Prefektur Apostolik tgl 17 Nopember 1959, dan kemudian ditingkatkan menjadi Keuskupan pada tgl 24 Oktober 1980. Dan mulai hari ini … tgl 18 Nopember 2008 kita membuka tahun Yubelium sambil bersinode. Acara puncak yubileum nanti di Sibolga pada tgl 17 Nopember 2009, di bawah pimpinan Uskup Dr. Ludovicus Simanullang OFMCap.

Narator 2: Kita ingin bersyukur dan berdoa, berefleksi bersama, mengkaji dan mendata bersama, serta meniti bersama arah keuskupan tercinta. Semoga seluruh umat (yang sukarang sudah berjumlah 207.000 lebih) merasakan bahwa hidup keuskupan ada di tangan kita semua dan tanggungjawab kita. Mari bergandeng tangan baik imam (projo dan biarawan) maupun umat awam, bersama para biarawan/ti dari seluruh tarekat (Kapusin, SCMM, CMM, OSF, Klaris, OSC, BRUDER BUDI MULIA, SVD, FCJM, KSFL, Suster ALMA), dan dengan dukungan pemerintah daerah kita dan warga Kristen lainnya kita bertekad: ‘JADILAH SAKSI KRISTUS: MELALUI YUBILEUM 50 TAHUN PREFEKTUR APOSTOLIK / KEUSKUPAN SIBOLGA, MARILAH KITA MEMBANGUN GEREJA YANG MANDIRI DAN SOLIDER.”

Narator 3: Pemazmur berseru): “Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari” (Mzm 96:2).

Keselamatan itu terwujud dalam diri Kristus Tuhan, yang telah tiba di keuskupan kita lewat sapaan dan ulurkan kasih para misionaris, demi untuk membaharui kita dulu… kini dan selamanya. Kita sambut Kristus Penyelamat, Sang Raja Damai dengan Koor Yubileum sembari menghantar bunga lambang cinta, mengenang dan mensyukuri jasa para misionaris tercinta dari negeri Jerman dan Tirol. Selamat Beryubileum! (Krans bunga diantar ke altar).

LEMBAGA

July 7, 2009 by  
Filed under Sejarah

Lembaga yang menunjang kelangsungan dan keberadaan STP Dian Mandala yang secara nyata menyokong, mendukung, menganimasi dan sekaligus menghrapkan serta membutuhkan adalah:

1.   Keuskupan Sibolga: yang memperlihatkan kasih dan keprihatinan atas pendidikan iman putra/i Gereja di seluruh keuskupan. Untuk tujuan itu STP Dian Mandala didirikan dan dikelola oleh Keuskupan agar tersedia tenaga guru agama dan katekis yang menjadi tenaga utama dalam membina seluruh umat.

2.   Paroki-paroki: yang berjumlah 21 buah mengutus dan merekomendasikan calon-calon mahasiswa baru dan menerima mereka waktu program KKN dan mendapatkan pertolongan dari mahasiswa yang telah menamatkan studi di STP Dian Mandala.

3.   Deparetemen Agama setempat: melalui Kasi Bimas Katolik menunjukkan perhatian besar dan memberi informasi yang berharga perihal kebutuhan ketenagaan guru agama Katolik di wilayahnya masing-masing.

4.   Kantor Dinas Pendidikan setempat: khususnya di Kabupaten Nias yang menerima dengan senang hati proposal yang diajukan untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan untuk pengelolaan STP Dian Mandala.

5.   Komisi Kateketik, Komisi Liturgi dan Komisi Kitab Suci, Komisi Komunikasi Sosial dan PSE Keuskupan Sibolga: sangat menolong dalam menyebarkan informasi dan dengan ringan hati menjadi tenaga pengajar.

6.   Pemerintah Kabupaten Nias c/q Bapak Bupati Nias: melihat dengan baik kurangnya tanaga guru agama Katolik dan tenaga pembina umat basis di seluruh Kabupaten Nias yang terdiri dari 34 kecamatan. Dana bantuan untuk pembangunan kampus baru STP Dian Mandala diperoleh karena usaha Pemda Nias.

7.   Lembaga legislatip Kabupaten Nias: tetap menyetujui penyaluran dana bantuan tahunan untuk kelangsungan hidup STP Dian Mandala.

8.  Bila terwujud pemekaran Kabupaten / Kota di Pulau Nias maka akan bertambah kebutuhan tenaga terdidik di bidang keagaamaan untuk lingkungan sekolah maupun untuk pembimbingan masyarakat Katolik secara keseluruhan.

9.   Teman seperjuangan IKIP Gunungsitoli yang merelakan 1-2 orang dosennya menjadi dosen di STP Dian Mandala.

10.        Dewan Pembina STP Dian Mandala: dibentuk dan diangkat oleh Uskup Keuskupan Sibolga sebagai Badan Pengurus yang memikirkan, merancang, mengembangkan dan memantau arah dan gerak langkah STP Dian Mandala.

Tujuan Pendirian STP Dian Mandala

July 7, 2009 by  
Filed under Sejarah

Tujuan Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Dian Mandala Gunungsitoli, Keuskupan Sibolga adalah:

1).  Umum:

Menyelenggarakan Pendidikan dan Pengajaran atas dasar iman Katolik yang berpangkal pada moral Katolik, ajaran Gereja Katolik dan kebudayaan Indonesia secara ilmiah. Pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, penelitian, seminar, simposium, dan pengabdian kepada masyarakat dijalankan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Read more

SELAYANG PANDANG STP DIAN MANDALA

July 7, 2009 by  
Filed under Sejarah

Yang kami muliakan:
Bapak uskup Mgr. Dr. Ludovicus Simanulang, Bpk. Dirjen Bimas Katolik Departemen Agama RI beserta Ibu, Bpk. Bupati Nias beserta Ibu (Ketua Tim Penggerak PKK),  Bpk. Ketua DPRD Kab. Nias atau yang mewakili, Bpk. Kakandepag Kab. Nias atau yang mewakili, para Bapak Ephorus dari Gereja-gereja yang seiman dalam Kristus, Bapak-Bapak Pimpinan Muhammadiah dan Nahdatul Ulama, Para Bapa/Ibu kepala-kepala kantor/dinas/badan/instansi, Bapak Rektor IKIP Gunungsitoli, Bapak Ketua STT BNKP Sunderman, Bpk. Ketua STIE Gunungsitoli, Bpk. Direktur Akbid Haga, Para Pastor paroki dan rekan-rekan imam, para Bapak utusan DPPI se Keuskupan Sibolga, Para Biarawan/biarawati se Keuskupan Sibolga, Ketua-ketua Komisi Keuskupan Sibolga, Para Bapak Ketua Yayasan Perguruan Katolik, Pastor Vikjen sekaligus Ketua Dewan Pembina STP Dewan Mandala beserta jajarannya, Ibu Ketua Panitia Pembangunan STP Dian Mandala beserta seluruh jajarannya, Pastor Dekanus Dekanat Nias, Para Bapak/Ibu Kepala-Kepala Sekolah Katolik se Keuskupan Sibolga, Tokoh-Tokoh Umat Katolik, Tokoh masyarakat dan Tokoh Adat, Bapa/Ibu Ketua-ketua Lingkungan se Paroki Santa Maria dan St. Fransiskus Laverna, Bpk. Ketua Panitia Pendirian STP Dian Mandala berserta seluruh jajarannya, Bapk/Ibu Dosen dan Mahasiswa STP Dian Mandala yang kami cintai.
Read more